”Saya setuju kalau memang kios
dan lapak Pasar Kampuri diprioritaskan untuk para pedagang lokal. Kalau memang
mereka berkeinginan untuk menyewa, maka itu yang harus kita prioritaskan,” ujar
Gumer saat dibincangi wartawan, diruang kerjanya, belum lama ini.
Namun, jika memang pedagang
lokal ini hanya menginginkan tempat, tetapi tidak ditempati, itu pasti akan
merugikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, sehingga secara otomatis
keberadaan kios dan lapak di Pasar Kampuri tersebut akan mubazir.
”Jangan sampai, sudah disewa
oleh pedagang lokal, tapi malah disewakan kembali ke orang lain. Mereka
(pedagang lokal, Red) harus memanfaatkan kios dan lapak yang disewa tersebut
dengan berjualan kebutuhan masyarakat sekitar,” lanjut Gumer.
Meski demikian, dalam kios dan
lapak di pasar tersebut tidak semuanya harus prioritas untuk pedagang lokal,
tetapi terhadap pedagang dari luar harus difasilitasi. Ini dilakukan, agar
pedagang lokal bisa belajar dari para pedagang dari luar, dan
mengimplementasikannya dalam berdagang.
”Kita harapkan, dengan
keberadaan pedagang dari luar, maka pedagang lokal kita bisa lebih banyak
belajar lagi dalam berdagang,” kata Gumer.
Menurut Politisi Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, dari sisi perdagangan, pedagang
lokal masih agak lemah dibandingkan para pedagang dari luar, baik itu dari sisi
Sumber Daya Manusia (SDM), pendekatan terhadap konsumen dan juga penyiapan
barang dagangan yang akan dijual.
”Ini yang masih kurang dan belum
bisa bersaing dengan pedagang dari luar,” tukas Gumer.
Untuk itu, Gumer meminta dalam
berdagang, pedagang lokal harus mencari dan menjual barang dagangan yang memang
dibutuhkan masyarakat, memberikan harga murah dan pelayanan yang lebih baiki
kepada konsumen, sehingga mampu bersaing. Disamping itu, dibutuhkan keuletan
dan kejujuran dalam berdagang.
”Kita minta pedagang lokal harus lebih ulet dan jujur dalam berdagang,
serta selalu menjaga hubungan baik dengan konsumen, jangan sampai mereka
kecewa,” pungkasnya. (yog)



Blogger Comment
Facebook Comment