![]() |
| Rumah Warga Desa Tamparak Yang mendapat Bantuan BSPS |
Dalam program
BSPS ini juga terdapat kriteria yang
menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Pusat. “Kategori penilaian itu ada
beberapa tahapan, seperti Atap Lantai Dinding (ALD), kemudian Peningkatan Kualitas
(PK), dan Pembangunan Baru (PB).
Untuk
diketahui 1 unit rumah dalam program BSPS ini mendapat kucuran dana senilai Rp.7,5
juta sampai dengan Rp. 15 juta.Program Pemerintah Pusat ini diharapkan agar masyarakat yang berpenghasilan rendah bisa memperoleh
tempat tinggal layak huni.
Namun
sangat disayangkan dari 43 unit rumah yang tercatat didalam daftar bantuan BSPS
di Kabupaten Barito Selatan bahan
bangunan yang mereka terima dari pihak ketiga tidak sesuai dengan dana yang
semestinya sehingga rumah yang layak huni yang warga harapkan tidak dapat
diselesaikan.
Dikatakan warga Desa Tamparak RT.1 dan RT.2 yang enggan menyebutkan
namanya kepada Gerak Kalteng.com sudah dapat kami pastikan cukup untuk
menyelesaikan rumah kami,
bilamana
dana bantuan Rp.7,5 juta sampai Rp.15 juta
tersebut dipergunakan seratus persen untuk
pembelian bahan bangunan. Warga setempat
berkeberatan bahan yang kami terima dari pihak ketiga tidak sesuai dengan dana yang semestinya untuk
menyelesaikan rumah kami menjadi layak huni,Kayu yang semestinya kayu kelas dua
yang kami terima kayu kelas tiga yaitu meranti campuran yang mana sudah jelas
perbedaan harganya selisih cukup jauh.
Perihal tidak
bisa diselesaikan dengan baik rumah
layak huni Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Tamparak
Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan warga setempat menduga Kepala
Desa (Kades), pihak ketiga dan Pendamping
bermain mata dengan dana bantuan BSPS.
Masyarakat
berharap kepada penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan turun kelapangan untuk melihat fakta yang sebenarnya dan pihak yang melakukan kecurangan terhadap mereka dapat diproses secara
hukum yang berlaku karena bukan saja merugikan masyarakat melainkan negara
mengalami kerugian keuangan. Ini hanya di salah satu desa, belum lagi untuk Desa-Desa
lainnya yang juga mendapatkan batuan yang sama.
Masyarakat hingga sampai
sekarang ini masih tidak mengerti dengan dibuatkan Rekening mereka di salah satu Bank yang ada
di Buntok, namun mereka tidak pernah
sama sekali memegang buku tabungan tersebut, apa lagi untuk melakukan penarikan dana ,Dan mereka sama sekali tidak mengetahui berapa dana yang sebenarnya mereka terima. mereka diberitahukan ketika uang sudah habis di ambil dan mereka diberikan foto copy buku tabungannya.(nang)




Blogger Comment
Facebook Comment