Kuala Kapuas,GK
– Lebih dari seribu warga Muhammadiyah Kapuas dan sekitarnya hadiri
peringatan atau Milad berdirinya Muhammadiyah Ke-108 Tahun 1439 Hijriah di
Masjid Al Ihsan Kuala Kapuas, Minggu (1/10/17)
Drs H Masrani Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kapuas menyatakan rasa bangganya
karena organisasi yang dipimpinnya dapat berperan aktif mencerdaskan anak
bangsa melalui amal usaha Muhammadiyah sejak TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga
Perguruan Tinggi.
Bahkan menurut Masrani yang juga Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kapuas, atas keharmonisan dan dukungan Pemerintah
Kabupaten Kapuas dengan seluruh organisasi termasuk Muhammadiyah, Bumi Tingang
Menteng Panunjung Tarung semakin maju karena hidup dalam kedamaian.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana M Jalaludin dalam
laporannya menyatakan milad kali ini dikemas dalam bentuk tabliq akbar dan dihadiri
lebih dari seribu warga Muhammadiyah dari 6 Pimpinan Cabang dan 2 Ranting Muhammadiyah se Kabupaten Kapuas, Kota Palangka Raya,
Kabupaten Pulang Pisau, Kota Banjarmasin serta Perguruan Pencak Silat Tapak
Suci.
“Hadir juga Pimpinan
dan anggota organisasi otonom, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, para siswa dan
mahasiswa Muhammadiyah serta pengurus masjid yang ada di Kota Kuala Kapuas. Adapun
tema nasional milad organisasi yang didirikan KH.Ahmad Dahlan kali ini
adalah : 108 Muhammadiyah Mencerahkan Menuju Indonesia yang Berkemajuan"
lapor Jalal
Ustazd Zuhdi yang mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Kalimantan Tengah mengibaratkan Muhammadiyah itu seperti gula. Keberadaannya terasa
tapi tidak disebutkan. Ia mencontohkan tatkala seorang mencampur kopi dengan gula
dan air panas akan menghasilkan kopi manis, demikian pula dengan teh, susu dan
lainnya selalu gula tidak disebutkan. Kader-kader Muhammadiyah ada dimana-mana
dan berdakwa, mengabdi serta bekerja sesuai profesi dan keahliannya dirasakan
oleh masyarakat banyak.
Sementara itu Dr Fahmi Salim Zubair MA selaku Sekretaris
Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia yang sengaja didatangkan oleh PD
Muhammadiyah Kapuas dalam uraiannya selama hampir tiga jam berikut dialoknya mengingatkan
pentingnya memperjuangkan ideologi yang merupakan sistem keyakinan
cita-cita, dan perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam mewujudkan
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Fahmi yang menamatkan pendidikan doktornya di Al Ahzar Kairo Mesir
menegaskan agar gerakan yang dibangun oleh pendiri Muhammadiyah selaras dan
sinergi dengan Pancasila dan tujuan serta cita-cita berbangsa.
"Orang-orangnya boleh mati, pimpinan boleh berganti, tetapi cita-cita dan
ideologi organisasi harus tetap hidup dan diperjuangkan" tegas Fahmi.
Bahkan menurutnya sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama warga
Muhammadiyah untuk menjaga bahkan membesarkan gerakan dan perjuangan ulama dan
tokoh terdahulu yang berjuang untuk kepentingan bangsa, agama dan negara.
Diakhir ceramahnya selain menyerahkan dua buku hasil karyanya kepada H
Masrani, Fahmi juga menekankan akan pentingnya mencetak dan melahirkan generasi
muda yang kuat, dengan keteladanan dalam ketakwaan dan kejujuran. “Muhammadiyah
akan semakin terasa perannya karena mampu mencetak kader-kader handal yang
mampu menghadapi berbagai perubahan dan kemajuan sehingga dapat mencerahkan kehidupan
warga, masyarakat, bangsa dan negara” tukasnya (Hms Kominfo/fgk)



Blogger Comment
Facebook Comment