![]() |
| Kadis PMD Kabul Mustiman |
KASONGAN,GK -
Rasio antara tenaga pendamping lokal desa dengan tempat tugas mencapai 4
banding 1. Artinya, satu orang tenaga harus melakukan pendampingan di
empat desa sekaligus. Inilah faktor yang masih menjadi titik lemah
pelaksanaan pendampingan desa di Kabupaten Katingan selama ini.
Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Katingan Kabul Mustiman
menuturkan, tahun ini daerahnya mendapat suntikan delapan tenaga
pendamping desa (TDP) baru. Meskipun begitu, secara umum jumlahnya masih
belum tercukupi.
"Apalagi dengan
aturan atau kebijakan terbaru, dimana tiap tenaga pendamping lokal desa
harus melakukan pendampingan di empat desa sekaligus," imbuhnya.
Padahal,
ujarnya, pola beban kerja seperti itu tidaklah efektif jika diterapkan
di Katingan. Sebab, terkendala letak geografis dan jarak antardesa yang
saling berjauhan. Katingan sendiri memiliki 137 desa yang tersebar di
sepanjang 660 kilometer DAS Katingan. Sedangkan total tenaga
pendampingan baru tersedia sebanyak 84 orang.
"Apalagi letak
desa-desa di daerah hulu. Kalau satu orang harus mengcakupi empat desa,
maka sangat tidak efektif sekali. Menurut saya, itulah salah satu
kelemahan saat ini," imbuhnya.
Saat ini,
Katingan sudah mempunyai sebanyak 44 orang tenaga pendamping lokal desa
(PLD), 34 orang pendamping desa dan enam orang tenaga ahli. Menurutnya,
sejauh ini seluruh desa di daerahnya masih sangat membutuhkan
pendampingan, terutama dalam mengelola alokasi dana desa (ADD) maupun
dana desa (DD).
"Padahal pendampingan ini sangat penting sekali bagi
desa. Karena saya melihat masih belum ada desa yang mampu mandiri,"
tukasnya.
Kabul Mustiman
berharap, agar pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kekurangan tenaga
PLD di daerahnya secara bertahap. Mengingat jarak dan letak geografis
antardesa saling berjauhan, sehingga dikhawatirkan menjadi beban berat
bagi PLD dalam bertugas.
"SK penempatan
delapan PLD hasil rekrutmen 2017 ini sudah keluar. Saya bergarap mereka
dapat segera bertugas dan memahami sepenuhnya peraturan. Sehingga jangan
sampai warga desa lebih tahu (pintar, Red) dari pada tenaga pendamping
itu sendiri," pungkasnya. (BS)




Blogger Comment
Facebook Comment